“AMBIL HIKMAHNYA”


“Amarahku”

(dengar keluhku atas pertanyaan di benakku)

Dikala sendiri, aku benar benar merasa sendiri menanggung malu ini,.,. Kesalahan Fatal Orangtuaku selalu membekas di keluarga besar Istriku.

Berawal ketika resepsi pernikahanku, keluarga besar istriku datang dengan membawa berbagai macam parsel, tapi dikala mereka mau pulang, malah disinggung status istriku, meski yang menyinggung bukan keluargaku tapi apakah mereka tahu kalo Si Anzing Titin itu bukan keluargaku, dan herannya orangtuaku seolah tidak tahu adat istiadat pernikahan ? keluarga besar istriku datang dengan membawa berbagai macam bawaan tapi pulangnya tidak dibekali barang satu buah pisangpun, namun ketika selesai acara pernikahan aku dan istriku menangis karena makanan yang terbuang sia sia, Ironis banget pemandangan yang aku dapat dan rasakan waktu itu.

Aku teringat ketika acara lamaranku, memang bapak dan abangku di perlakuin sangat salah oleh Si Anzing Amat, pedahal si Amat itu bukan siapa siapa, bahkan di acara resepsipun buktinya si Anzing ngak datang,.,. beginikah balasan dari Sakit hatinya Abang dan orangtuaku kepadaku ???

Sedih rasanya ketika acara akadpun kedua orangtuaku mementingkan tamu ketimbang foto bareng dengan kata katanya yang aku dan keluarga besar istriku mendengarnya “udah ngapain foto foto banyak tamu tuh yang datang” bukankah para tamu juga mengerti kalo foto keluarga itu penting ???.

Bukan,,.. tulisan ini bukan keluar dari kata kata istriku tapi dari aku yang merasakannya, dikala resepsi pernikahanpun, aku hanya dijadikan Boneka pajangan, aku hanya dijadikan wayang demi nama baik keluarga besarku, aku dan istriku yang seharusnya selesai acara pernikahan tertidur nyenyak di kamar pengantin layaknya pengantin lain, ini hanya dialaskan tikar,.,. benar benar kenangan yang sangat pahit!.

Berlanjut setelah acara aku di pajang di atas pelaminan, penghasilan uang amplop dari teman temanku malah di singgung urusan utang, tanpa perlu disebut aku dan istriku tahu itu, Allhamdullilah kali itu penghasilan amplopku sekitar duajuta delapanratus ribu, karena disinggung seolah aku tidak mengerti urusan keuangan aku serahkan semuanya kepada orangtuaku, Apa mereka peduli ??? apa mereka memikirkan bagaimana aku ketika membangun rumahtangga baru tanpa membawa uang sepeserpun ??? aku kira memikirkan itu, ternyata tidak. Hanya berkata tanpa memberi, itu yang mereka lakukan terhadapku. Lebih parahnya uang maskawinpun ludes untuk urusan biaya pernikahanku karena selalu disinggung tentang pernikahanku,.,.,. Ya, Allah sakit banget hatiku,.,.

Besoknya aku pulang ke cijantung bersama istriku hanya membawa badanku dan sebuah motor untuk ku melanjutkan langkah berumahtangga, sesampainya disana. APA KELUARGAKU MEMIKIRKAN APA YANG HARUS AKU KATAKAN ??? sedangkan MEREKA SELALU BERKATA JAGA NAMA BAIK KELUARGA ??? lantas atas peristiwa tersebut apa aku bisa membela diri ,.,. atas perlakuan mereka terhadap anak dan menantunya ??? bahkan ada yang bilang PERKAWINANKU lebih menyakitkan dari perlakuan MANTAN MERTUA istriku!!!, aku meminta maaf ke semua keluarga besar istriku atas perkataan si Anzing Titin ditambah orangtuaku yang tidak tahu adat istiadat pernikahan yang sewajarnya membalas bawaan mereka!.

Sampai dicijantung aku berkata “maaf mak, dedy hanya bawa badan doang kesini, besok dedy coba tanyain apa di Hotel dedy masih diterima kerja”… besoknya aku kehotel tempatku kerja, tapi apa yang aku dapat, ternyata dugaanku benar, aku sudah digantikan seseorang untuk posisiku kerja, yaa, aku dikeluarkan karena kelamaan cuti nikah, cuti nikah yang disarankan orangtuaku!!!!. Satu bulan aku tidak berkerja, hanya istriku yang mencari nafkah sebagai pembantu rumahtangga dan aku hanya mundar mandir mencari kerjaan dengan motorku.

Alhamdullilah saudara istriku menawarkan aku kerja di warnet, beberapa bulan aku kerja di warnet dengan penghasilan 10rb / hari dan 750rb / bulan, sebisa mungkin aku sisihkan untuk membayar motorku tetapi apa yang aku dapat ketika aku serahkan uang sebisaku itu “kalo segitu sih mending pegang aja buat makan” ,.,. sakit rasanya ,.,. Ya, Allah ujian apa lagi kali ini,.,.

Aku berusaha tidak hiraukan perkataan itu tapi aku tidak sendiri aku berdua istriku, kasihan istriku yang selalu di sakitin hatinya, dia pernah alami trauma berumahtangga aku pikir dengan kehadiran aku dan keluarga ku dapat menghilangkan trauma itu, tapi justru malah menambah luka trauma itu,.,.

Beberapa bulan kemudian karena aku belum dapat libur kerja jadi aku tidak dapat mengunjungi orangtuaku,.,. malam itu aku dan istriku tidak tidur, sengaja ingin melepas lelah pulang ke sawangan,.,. malam itu jam 2.30 pagi aku sampai di sawangan, dan apa yang aku dapat ??? belum habis lelahku malah di depan aku dan istriku perkataan yang menyakitkan itu datang lagi ke telingaku “iya, enak tinggal make motor orang nga bayarin”. Ya, Allah ,.,. Habis sudah kesabaranku, aku serahkan kunci dan surat motor yang ada, dan kalo emang ngak bisa bayar biarin besok di cabut motornya, orang tuaku juga sudah tidak sanggup untuk membayar, aku ikhlaskan motor untuk dicabut.

Besoknya aku pulang ke cijantung, jalan kaki dari rumah ke bedahan karena irit ongkos, sampe di bedahan ada truk, aku berdua ngompreng truk, karena sopirnya baik aku diajak sampai ke terminal lebak bulus, dari situ aku ke kp.rambutan dan langsung ke tempat kerjaanku.

Lalu setelah libur baru aku pulang ke cijantung, lantas keluarga besar istriku bertanya motornya dimana aku dan istriku kuatkan hati dan menjawab motornya telah dicabut Daeler, banyak saudara dicijantung menyayangkan dan bahkan ada yang bilang “kenapa ngak bilang kalo bilang kan kita bisa bantuin bayar”.aku hanya tersenyum dengan perkataan itu.

Sampai pada suatu hari nenek meninggal, aku dan istriku kerumah nenek, tapi lagi lagi apa yang ku lihat? Motorku masih ada dan dipake Adikku, ???? Kenapa, kenapa aku diperlakukan seperti ini, bolehlah aku diperlakukan terserah keluargaku, toh aku emang udah biasa dibuang, tapi istriku tidak buta !!!.

Kenapa ngak bilang kalo motor dipake ??? kan pikiranku lebih tenang kalo emang motor dipake sama ade, kenapa kenapa dan selalu aku bertanya kenapa ???…….

Saat ini aku dipisahkan oleh keadaan, aku harus tinggal ditempat kerjaan karena tidak mungkin pulang ke rumah mertuaku setiap hari sebab harus irit pemasukan, dari cileungsi (jonggol) ke cijantung kalo naik angkot ongkosnya lebih besar dari uang makanku,.,. istriku aku tinggalkan di cijantung dengan bekal 50rb tuk seminggu,.,.

Baru tenang pikiranku Adikku inbok di FB tentang Fitrah, yang seolah olah aku brengsek bangt sehingga tidak tahu urusan seperti itu, dan orangtuaku menelpon bukan karena kangen terhadapku tapi menanyakan tentang uang fitrah, bahkan aku yang memang tidak megang uang hasil nikah ketika temanku nikah dan aku ‘mulangin’ selalu disinggung untuk mulangin, kenapa ngak ditalangin dulu toh kalo ditalangin pasti diganti kalo aku ada uang! Seolah olah intinya keluargaku benar benar bahagia kalo ada UANG UANG dan UANG!!!! Aku udah berterimakasih udah dirayain nikah dengan bukti GUE NGAK MEGANG UANG HASIL NIKAH SEPESERPUN, tapi kenapa harus selalu di uji dengan yang namanya singgungan tentang UANG!!!

Ya, Allah niatku menghilangkan trauma istriku tapi kenapa aku diperlakukan seperti ini, tidak sesuai ketika aku pacaran.,.,

Dan akulah manusia pertama yang setelah menikah benar benar tidak membawa apapun, hanya membawa badan, bahkan Uang hasil Amplop teman2ku pun tidak aku cicipi rasanya.

Sudahlah, ini semua cambuk buat ku , semangat buatku untuk buktikan kalo aku Bisa!….

Sejujurnya aku dan istriku sama sama belum saling kenal satusamalain karena pacaranpun masih dalam hitungan minggu tapi karena orangtuaku dengan kata kata orang yang menyinggung tentang aku, mereka merencanakan pernikahanku pedahal aku berdua masih berencana, udahan aku dan istriku lagi menyeseuaikan dan membaca sifat masing masing, ini ditambah selentingan dari keluarga ku dan keluarganya!!!.

Bahkan bisa dibilang pemicu keributan rumahtangga aku adalah mertua!!!!!.

Sudahlah

Ini ngak akan berakhir

Karena dunia ini bukan dongeng

Aku hanya tidak akan bisa menyatukan

Kedua keluarga ini sebab ulah mereka sendiri

Dan aku semoga aku dan istriku kuat menjalani semua ini, Amin!

Dan ketika aku teringat perkataan “dia sayang sama loe dia juga harus sayang sama keluarga loe, “  tapi ternyata kasih sayangnya itu bertepuk sebelah tangan, aku dan istriku selalu kelihatan bahagia dan ceria di depan keluarga ku karena untuk menutupi semua ini, sampai pada tulisan ini di buat, mengertilah kalian semua, inilah aku dan istriku.

Amarahku

(biarkan aku berkata)

Wahai Orangtuaku jika kalian tidak setuju atas pernikahanku kenapa kalian uji aku dnengan ujian berat ini, dan adik adikku, makasih atas ke’sok Dewasaan kalian yang seolah merasa benar seolah trauma masalalu itu tidak ada, sesungguhnya aku ngak mau kalian mengalami hal serupa seperti istriku, kalian tidak tahu pengalaman pahit istriku,.,. dulu istriku diperlakukan seperti ini oleh adik dan kakak mantan suaminya dan sekarang ia mengalaminya lagi, Cuma ada airmata ku dan istriku jika ke sawangan, kebahagiaan yang aku alami hanya semu,.,. niatku tidak berujung mulus, niatku mempersatukan keluarga tidak akan pernah terwujud karena kalian sendiri yang tidak menganggap aku!!!

Wahai adik adikku terimakasih atas tidak adanya lagi rasa hormat kalian terhadap istriku dan aku setiap aku datang seolah olah istriku’lah yang mencari cari tangan kalian untuk salaman,. Dan jelaskan padaku wahai keluargaku bagaimana aku MENJAGA NAMA BAIK keluarga di keluarga lain ketika perlakuan kalian jelas jelas membedakan seseorang, Bullshit kata kata tidak membeda bedakan, sikap perkataan dan perlakuan kalian yang membuktikan kalo memang aku dibedakan karena menikah dengan Janda!!!

Wahai abangku makasih atas balasan sakit hatimu terhadapku ketika acara lamaranku, makasih, ini semua semangatku untuk aku buktikan kepadamu kalo aku menjalani rumah tangga niat karena Allah SWT, meski aku tidak ada dukungan dari keluargaku aku percaya Allah Maha melihat, IA mendengarku, IA melihatku, melihat setiap tetesan airmata yang sudah banyak keluar dari mata aku dan istriku.

Aku sudah biasa sendiri menjalani segala masalah, tapi niatku menghilangkan trauma berkeluarga niatku menghilangkan trauma mempunyai mertua yang dialami istriku tidak akan pernah terwujud sebab hal yang paling bersejarahpun kalian jadikan trauma itu lebih menyakitkan ketimbang trauma masalalunya, untungnya gue saying sama dia niat karena Allah SWT bukan karena Fisik, bukan karena Harta bukan karena ini itu ,.,.

Aku tidak pernah peduli perkataan kalian aku tidak pernah peduli singgungan kalian terhadapku ketika aku masih sendiri, tapi tolong,., sekali lagi TOLONG aku tidak lagi sendiri aku membawa istriku, jadi TOLONG jaga perkataan kalian !!!!!

Dan kalian jangan pernah peduli perlakuan istriku terhadap aku sesungguhnya ia sangat sayang terhadapku sebab aku lah yang dapat membuatnya melupakan masalalunya bukan kalian yang selalu menambah luka masalalunya.

“Do’aku semoga adik adikku tidak mengalami yang sekarang aku alami”

Amin

Ramadhan, Cileungsi (Jonggol) Sekedar mengingatkan 12 Agustus 2012

Dan semoga menjadi pelajaran untuk kita semua, Amiin.

,.,. Allhamdulilah, tamu dari Istriku banyak sekali, setiap aku melihat video ini, tergambar raut wajah kedua orangtuaku dalam kebimbangannya, entah apa yang mereka pikirkan,.,. sebelum para tamu datang pun sudah aku katakan bahwa yang datang akan banyak, aku senang atas jawaban “Ya, bagus banyak memang itu yang diharapkan” namun pada kenyataannya mereka pulang dengan penuh kekecewaan, Terlebih ketika melihat istriku tak henti hentinya menangis..,. sudahlah ini semua mungkin ujian untukku dan istriku, Ujian betapa beratnya memakai Topeng dan menjadi wayang tontonan.

Dan ini semua pelajaran buatku kelak ketika suatu hari nanti anakku akan melangsungkan pernikahan, kan ku ciptakan kamar khususnya, kamar pengantin yang memang benar benar untuknya, agar setelah acara resepsi pernikahan selesai, Ia dapat istirahat dengan pendampingnya di kamar nan indah penuh hiasan, Amiin ya rabbal alamin.

Maaf tidak Menampilkan comment TIDAK BERMUTU

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s